Wisata Pangkalan Bun, Taman Nasional Tanjung Puting – Di Kota Pangkalanbun tepatnya Kotawaringin Barat provinsi Kalimantan Tengah siapa yang tidak kenal dengan pusat wisata “Taman Nasional Tanjung Puting”. Yang mana di sana banyak sekali terdapat populasi orang utan, bekantan (kera hidung panjang), kera ekor panjang, dan satwa-satwa lainnya dan bahkan jika anda beruntung saat perjalanan menuju tempat wisata bisa melihat buaya di pinggiran sungai tersebut.

Tidak hanya banyak satwa dan orang utan saja, di sana juga memiliki pemandangan hutan asli kalimantan yang sangat bagus untuk kita nikmati, tidak hanya orang pribumi yang berwisata kesana tetapi para turis mancanegara pun sering datang untuk menikmati keindahan wisata Tanjung Puting tersebut.

Dalam perjalanan menuju tempat wisata di pangkalanbun tersebut kita wajib di temani oleh tour guide yang akan menjelaskan asal muasal dan cerita-cerita di tanjung puting tersebut. Fokus dari perjalanan ke tanjung puting tersebut meliat 3 lokasi berbeda penangkaran untuk pemberian makan orang utan tersebut dalam 1 hari nya.

Ada 3 lokasi terdiri dari :

1. Camp yang pertama Tanjung Harapan dengan jam makan satwa 15:00-17:00,

2. Camp yang kedua yaitu Pondok Tangguy dengan jam makan 09:00-11:00

3. Camp yang ketiga adalah Camp Leaky, dimana di camp yang ketiga tersebut apabila beruntung akan bertemu dengan orang utan tertua yang berumur lebih dari 39 tahun

Jam pemberian makan untuk satwa 14:00-16:00 Waktu Indonesia Barat.

Camp Leacky

Sejarah dari Taman National Tanjung Puting :

Bermula dari kedatangan Prof. Birute M.F Gasdikas bersama dengan suaminya Red Brindamor pada tanggal 6 November 1971. Kedatangan mereka di tengah hujan yang sangat lebat. Saat itu menaiki sampan dan membawa semua perbekalan mereka ke Tanjung Puting tersebut. Di situlah awal berdirinya proyek penelitian dan perlindungan orangutan, dan atas dasar itulah tempat itu bernama Camp Leakey.

Proyek itu pun terus berlangsung dan menjadi salah satu penelitian mamalia ternama dunia

Pada tahun 1971 tersebut tidak ada tempat perlindungan untuk orangutan yang lahir di alam. Oleh karena itu ibu profesor berencana membangun tempat perlindungan dan penelitian dari orangutan tersebut

Di Minggu pertamanya tinggal di Kalimantan pada tahun 1971 Ibu Profesor dan suaminya melakukan penyitaan. Pertama pada bayi orang utan yang bernama Sugito, dan menjadi orangutan pertama yang berada di tanjung puting tersebut

Setelah banyak melakukan penelitian tentang orang utan. Empat tahun kemudian profesor tersebut membangun rumah, tempat penelitian, ruang makan, tempat tinggal dan jembatan diatas rawa untuk karyawan yang melakukan penelitian.

Dan di waktu yang sama di resmikannya Camp Leakey sebagai tempat penelitian & perlindungan orangutan yang hanya ada 3 tempat diseluruh dunia

Dalam kurun waktu 4 tahun sejak tahun 1971 sampai 1975 telah dicatat sebanyak 6.804 jam atau 424 hari pengamatan dan telah memiliki 14 individu orang utan yang berbeda

Biaya Untuk Berwisata di TanjungPuting Update September 2021

Biaya yang di perlukan untuk berwisata ke tanjung puting tidak terlalu mahal, yang terpenting berangkat dengan berkelompok. Jika berangkat sendiri jelas akan terasa mahal


Biaya perjalanan :

Pangkalanbun – Kumai : sekitar 25KM ( bisa menggunakan ojek/rental mobil)
Kumai – Wisata Tanjung Puting : Jika menggunakan Speed board dengan biaya 1,2Jt/ speed dengan kapasitas 6 orang ( 5 orang penumpang & 1 orang Tour Guide ), dan untuk biaya Tour Guide sebesar 300rb. Apabila menggunakan Kelotok akan terasa lebih murah, biaya sewa kelotok 2 – 3Jt untuk kapasitas 15 orang untuk 1 hari.
Dan jangan lupa apabila ke Taman Nasional Wisata Tanjung Puting harus membawa bekal untuk minum dan makan siang. Karena tidak ada yang menjual makanan sudah memasuki area tempat wisata orang utan tersebut. Jadi tunggu apa lagi, segera jadwalkanliburan anda untuk mengunjungi tempat wisata ini

Pastikan anda kembali mengunjungi tempat wisata di pangkalan bun ini. Dan sangat bangga menjadi orang pribumi karena indonesia memiliki banyak tempat yang sangat mengagumkan

Salam catatan hisoka . . .

 Post By : HRF


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.